DUNIAJARINGAN.COM - Teknologi dan infrastruktur digital, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, membukukan lonjakan pendapatan sebesar 238,38%.
WIFI mencetak pendapatan sebesar Rp 783,56 miliar pada kuartal I-2026, melonjak tajam sebesar 238,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 231,56 miliar.
![]() |
| Ilustrasi Grafik Image Source Google |
Segmen Fiber to the Home ( FTTH )
FTTH Menjadi tulang punggung baru perseroan. Jika pada tahun 2025 pendapatan didominasi oleh segmen bandwidth dan periklanan, pada kuartal I-2026 kontribusi terbesar datang dari segmen FTTH yang menyumbang Rp 435,7 miliar atau setara 55,6% dari total pendapatan.
Segmen lain yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah bandwidth sebesar Rp 141,21 miliar naik 27,26% YoY dan segmen perdagangan besar yang baru berkontribusi sebesar Rp 124,76 miliar.
Sementara itu, segmen periklanan tercatat mengalami koreksi menjadi Rp 68,75 miliar dibandingkan Rp 99,39 miliar pada kuartal I-2025. Pertumbuhan laba yang kuat sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bruto perseroan terkerek naik 152,04% menjadi Rp 439,24 miliar.
Laba usaha juga menunjukkan performa tangguh dengan kenaikan 158,85% menjadi Rp 356,12 miliar dibandingkan Rp 137,57 miliar pada periode tahun lalu.
Dari sisi bottom line , WIFI mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) sebesar Rp 164,5 miliar.
Angka ini tumbuh 99,21% secara year on year (YoY) dari Rp 82,57 miliar pada kuartal I-2025.
Pada kuartal I-2026, perseroan mulai membukukan beban amortisasi biaya lisensi FWA ( Fixed Wireless Access ) sebesar Rp 111 miliar yang masuk ke dalam beban pokok pendapatan.
Tanpa adanya beban amortisasi non-kas tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada induk sejatinya bisa mencapai Rp 275,5 miliar.
Aset dan posisi kasi hingga akhir Maret 2026, perseroan menunjukkan struktur permodalan yang dinamis seiring dengan ekspansi infrastruktur yang dilakukan. Pertumbuhan laba yang signifikan secara langsung memperkuat posisi ekuitas perseroan melalui akumulasi saldo laba.
Meskipun terdapat beban operasional dan amortisasi yang besar, kemampuan perseroan dalam menghasilkan laba operasional ( EBIT ) yang tumbuh lebih dari 150% menunjukkan efisiensi yang terjaga di tengah ekspansi masif pada jaringan FTTH dan perdagangan besar.
WIFI diproyeksikan akan terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, didukung oleh penetrasi jaringan internet yang semakin meluas ke segmen rumah tangga atau RT RW NET.
Sumber : investor.id
Tags
Berita Jaringan
